Kumis Kucing

Kumis KucingDivisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
Spesies : Orthosiphon spp

Tanaman kumis kucing atau disebut Orthosiphon stamineus Benth habitat tumbuhan ini liar diladang, di tepi sungai dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai ketinggian 700 m dpl, ada juga yang ditanam sebagai tanaman hias . Tanaman ini termasuk dalam golongan tubuh tumbuh-tumbuhan yang dengan nyata memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok antara lain akar, batang dan daun. Bagian lain yang dapat kita temukan pada tubuh tumbuhan dapat dipandang sebagai suatu penjelmaan salah satu atau mungkin dua buah bagian pokok tadi, artinya setiap bagian lain pada tubuh tumbuhan dapat dianggap sebagai tubuh yang berasal dari bagian pokok yang telah mengalami metamorfosis (berganti bentuk, sifat dan mungkin juga fungsinya bagi tumbuh-tumbuhan) (Gembong, 2007).

Kumis kucing termasuk tanaman dikotil yaitu dengan ciri akar serabut, memiliki kambium dan daun menjari. Tanaman ini memiliki sistem akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang (Gembong, 2007).

Umumnya tumbuhan dikotil arah tumbuh batangnya ke atas menuju cahaya matahari, sama seperti tanaman kumis kucing ini arah tumbuh batangnya menuju cahaya matahari. Tanaman terna yang tumbuh tegak, pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata, tinggi tanaman sampai 2m. Batang bersegi empat agak beralur. Tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) pada umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat memanjang, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak (Gembong, 2007).

Berdasarkan susunan tulang daunnya, kumis kucing merupakan daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), yaitu kalau dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulang ini lazimnya gasal, yang di tengah yang paling besar dan paling panjang, sedang kesamping semakin pendek (Gembong, 2007).

Tanaman kumis kucing

Helai daun berbentuk bundar telur lonjong, lanset, lancip atau tumpul pada bagian ujungnya, ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm – 1.5cm, urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 – 29cm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota berwarna ungu pucat atau putih, dengan ukuran panjang 13 – 27mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung 10 – 18mm, panjang bibir 4.5 – 10mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 – 2mm.

Syarat Tumbuh

  • Iklim

1. Ketinggian tempat : 500 m – 900 m di atas permukaan laut
2. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun
3. Bulan basah (diatas 100 mm/bulan) : 7 bulan – 9 bulan
4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 bulan – 5 bulan
5. Suhu udara : 280C – 340C
6. Kelembapan : sedang
7. Penyinaran : tinggi

  • Tanah

1. Jenis : andosol, latosol
2. Tekstrur : lempung berpasir
3. Drainase : baik
4. Kedalaman air tanah : diatas 70 cm dari permukaan tanah
5. Kedalaman perakaran: 30 cm – 60 cm dari permukaan tanah
6. Kemasaman (pH) : 5 – 7
7. Kesuburan : sedang – tinggi III.

  • Pedoman Bertanam

1. Tanah dicangkul sedalam 30 cm – 40 cm hingga gembur
2. Buatkan bedengan selebar 100 cm – 120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm – 50 cm, dan panjangnya disesuaikan kondisi lahan
3. Tebarkan pupuk kandang diatas bedengan tersebut b. Persiapan Bibit 1. Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang 2. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku c. Penanaman 1. Stek bibit ditanam langsung di kebun sedalam 5 cm, kemudian padatkan tanah di sekitar pangkal stek 2. Jarak tanam 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 40 cm x 50 cm dan 60 cm x 60 cm

Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia);  Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China).

Sumber :
http://alfinjazz.blogspot.com/2009/03/tanaman-obat-kumis-kucing.html
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=44

3 responses to this post.

  1. […] Tanamankumiskucing merupakan tanaman yang dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai obat, yakni untuk mengobati penyakit sakit pinggang. Karenakumiskucing mengandung ortosifonin, garam kalium, saponin, tannin. Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan. […]

    Reply

  2. Posted by SafiraRisks on June 5, 2012 at 2:00 pm

    Terimakasih🙂 Sangat membantu buat bikin tugas pertelaan nih hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: